Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang membentang di tiga kota yaitu Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Untuk mencapai Gunung Bromo, wisatawan bisa menempuh jalur darat dari Probolinggo ke Cemoro Lawang. Dari Cemoro Lawang bisa menyewa hardtop untuk naik ke Penanjakan, mengeksplorasi Lautan Pasir dan Kawah. Gunung ini sangat terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya yang sangat indah. Wisatawan rela mendaki gunung dini hari hanya untuk berburu momen sunrise diantara gunung dan kawah yang masih aktif ini. Tempat paling bagus untuk menikmatinya adalah di Penanjakan, selain momen matahari terbit, wisatawan juga dapat menikmati view landscape Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru nan megah, lautan pasir dan kaldera yang luas, Bukit Teletubbies dan Pura Poten yang berada di tengah-tengah lautan pasir yang biasa dijadikan tempat upacara keagamaan suku Tengger.
Kawasan Gunung Bromo didiami oleh suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Setiap satu tahun sekali mereka mengadakan upacara Yadna Kasada yang diadakan pada malam ke 14 bulan Kasada. Upacara ini ditujukan untuk memohon keselamatan dan berkah pada Sang Hyang Widi. Para warga Tengger berkumpul di mulut kawah Gunung Bromo dengan membawa berbagaimacam sesaji yang kemudian dilemparkan ke kawah Gunung Bromo. Upacara keagamaan ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. Jika ingin tinggal lebih lama untuk menikmati pemandangan alam dan kehidupan masyaralat Tengger, wisatawan bisa mencari penginapan di daerah Cemoro Lawang atau Desa Ngadisari.
Tidak jauh dari lereng Gunung Bromo, terdapat air terjun Madakaripura yang sangat legendaris. Konon air terjun ini merupakan tempat pertapaan terakhir Patih Gadjah Mada pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dari Gunung Bromo dari arah Probolinggo. Ketika sampai di gerbang masuk, wisatawan harus berjalan sekitar 30 menit untuk mencapai air terjun. Pengunjung sebaiknya menggunakan sandal atau sepatu anti selip karena jalur trekking menuju air terjun licin dan basah. Disisi kanan kiri jalan menuju air terjun, pengunjung dimanjakan dengan tebing-tebing hijau yang menjulang tinggi dan aliran sungai yang sangat jernih. Begitu mencapai air terjun Madakaripura , wisatawan seperti memasuki tirai air dimana air mengalir dari tebing-tebing yang membentuk lengkungan berdiameter 25 meter dan jatuh terurai di kolam yang berwarna kehijauan.
Jajaran bukit, gunung dan air terjun yang menakjubkan ini tentu nya bisa anda patkan jika anda bergabung “Explore Bromo - Madakaripura”
TIPS WISATA EXPLORE BROMO MADAKARIPURA
- Waktu terbaik untuk Explore Bromo - Madakaripura adalah bulan Februari - Oktober pada setiap tahunnya.
- Bawalah jaket, kaos tangan, kaos kaki, syal dan penutup kepala untuk menahan hawa dingin di lereng Gunung Bromo.
- Bawalah jas hujan atau payung, karena terkadang terjadi hujan lokal di Cemoro Lawang baik pada musim kemarau atau pun musim hujan.
- Disarankan untuk memakai sandal gunung ataupun sepatu trekking untuk memudahkan perjalanan baik untuk di Gunung Bromo ataupun di Air Terjun Madakaripura
- Jika tidak ingin menggunakan paket wisata, Pesan lah penginapan jauh–jauh hari apabila berpergian pada saat musim liburan.
- Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kondisi mesin dalam kondisi baik karena jalan menuju lereng gunung Bromo menanjak
- Berangkatlah pagi – pagi sekitar pukul 04.00 dari Cemoro Lawang apabila ingin menikmati matahari terbit di Penanjakan.
- Usahakan datang di Air Terjun Madakaripura sebelum jam 13.00 dikarenakan kabut akan turun jika datang lebih dari jam 13.00













